Selasa, 22 November 2016

6 Perkara Yang Mengepung Manusia

1. Iblis selalu berdiri di hadapanmu. Iblis
    mengajak mausia untuk meninggalkan
    agama.
    Barang siapa memenuhi panggilan iblis,
    maka hilanglah agamanya.

2. Hawa nafsu ( amarah ) selalu berada di
    kananmu. Hawa nafsu amarah mengajak
    manusia untuk melakukan kemaksiatan.
    Barangsiapa memenuhi panggilan hawa
    nafsu amarah, maka hilanglah
    akhiratnya.


3. Ambisi berada di sebelah kirimu. Ambisi mendorongmu untuk memuaskan keinginannya.
    Barang siapa memenuhi keinginan ambisinya, maka hilanglah ruhnya.

4. Dunia selalu ada di belakangmu. Dunia mendorong manusia untuk mementingkan urusan
    dunia daripada akhirat. Barang siapa memenuhi bujukan dunianya, maka hilanglah
    akhiratnya.

5. Anggota badanmu ada di sekelilingmu. Anggota tubuh senantiasa mengajak manusia
    untuk berbuat dosa. Barang siapa memenuhi keinginan anggota tubuhnya, maka hilanglah
    surga darinya.

6. Allah Yang Maha Perkasa ada di atasmu. Allah mengajak makhluk-Nya (manusia) untuk
    meraih surga dan ampunan- Nya. Barang siapa memenuhi panggilan Allah, maka
    hilanglah kejelekan darinya dan dia akan memperoleh segala kebaikan.


Rasul SAW bersabda" Allah telah membuat perumpamaan berupa sebuah jalan yang lurus. Di kedua sisi jalan itu ada dinding yang padanya terdapat beberapa pintu yang terbuka. Pada pintu-pintu itu terdapat tirai yang dilabuhkan. Sementara di atas pintu gerbang jalan tersebut ada penyeru yang berkata: "Wahai manusia, laluilah jalan ini sampai ke ujung dan janganlah kalian berbelak-belok. " Sementara itu ada lagi penyeru lain di atas jalan tersebut yang berkata ketika manusia bermaksud membuka salah satu pintu-pintu itu."celaka, jangan engkau membukanya, sebab bila engkau membukanya, engkau pasti akan terperosok masuk ke dalamnya."

Jalan di sini maksudnya ISLAM.

Dinding maksudnya HUKUM_HUKUM ALLAH.

Pintu-pintu yang terbuka maksudnya HAL-HAL YANG DIHARAMKAN ALLAH.

Penyeru di atas pintu gerbang maksudnya AL-QUR'AN.

Penyeru di atas jalan maksudnya NASIHAT DARI ALLAH YANG ADA DALAM HATI SETIAP MUSLIM (HR. Ahmad Muslim)

Sabtu, 19 November 2016

Misteri Pada Tulang Ekor

"Tiada bagian dari tubuh manusia kecuali akan hancur (dimakan tanah) kecuali satu tulang, yaitu tulang ekor , darinya manusia dirakit kembali pada hari kiamat." (HR. Al Bukhari)


Selama belasan abad hadits ini menjadi misteri, tidak ada pembultian secara ilmiah bahwa tulang ekor tidak akan hancur lebur dan menyatu dengan tanah sebagai satu kesatuan.
Adalah Han Spemann, ilmuwan Jerman yang berhasil mendapatkan hadiah nobel bidang kedokteran pada tahun 1935. Dalam penelitiannya ia dapat membuktikan bahwa asal mula kehidupan adalah tulang ekor. Darinyalah makhluk hidup bermula.

Pada sebuah penelitian, dia mendapati bahwa asal mula penciptaan makhluk hidup dimulai dari tulang ekor, untuk menguatkan penemuannya ini, Han mencoba menghancurkan tulang ekor tersebut. Ia menumbuknya dan merebusnya dengan suhu panas yang tinggi dalam waktu yang sangat lama. Setelah menjadi serpihan halus, ia mencoba mengimplantasikan tulang itu pada janin yang masih dalam tahap permulaan embrio. Hasilnya, tulang ekor itu tetap tumbuh dan membentuk janin sekunder pada guest body (organ tamu). Meskipun telah ditumbuk dan dipanaskan sedemikian rupa, tulang ini tidak hancur.

Dan belasan tahun yang lalu Dr. Othman al Djilani dan Syaikh Abdul Majid dari Yaman juga melakukan penelitian berdua memanggang tulang ekor dengan suhu tinggi selama 10 menit. Tulang pun berubah, menjadi hitam pekat. Kemudian, keduanya membawa tulang itu ke al Olaki Laboratory, Sana'a, Yaman, untuk dianalisis. Setelah diteliti oleh Dr. al Olaki, profesor bidang histology dan pathologi di Sana'a University, ditemukanlah bahwa sel-sel pada jaringan tulang ekor tidak terpengaruh. Bahkan sel-sel itu dapat bertahan walau dilakukakn pembakaran lebih lama.

Fakta yang lebih mencengangkan, baru-baru ini telah ditemukan melalui penelitian mutakhir, sebagaimana yang disampaikan oleh Jamil Zaini (trainer Asia Tenggara Kubik Jakarta), tulang ekor ini merekam semua perbuatan anak Adam, dari sejak lahir hingga meninggal dunia. Ia merekam semua perbuatan baik-buruk mereka. Dan perbuatan mereka ini akan berpengaruh pada kondisi tulang ekornya. Putih bersih atau hitam kotor. Semakin banyak energy positif atau kebaikan seseorang maka semakin bersih tulang ekornya, dan semakin banyak energy negatif atau keburukan seeorang maka semakin hitamlah tulang ekornya.

Dari sinilah, balasan pada hari kiamat kelak tidak akan pernah tertukar. Dari tulang ekor inilah, manusia akan kembali diciptakan, dan mereka akan diberi balasan sesuai dengan kadar amal-amal mereka.
Ajaibnya, ini semua sudah disabdakan oleh Nabi SAW ribuan tahun yang lalu.

Rahasia di Balik Sunnah Makan Menggunakan Tangan





Rasullullah SAW bersabda :
 "Apabila salah seorang di antara kamu makan makanan, janganlah dia mengelap tangannya hingga menjilatinya atau meminta orang menjilatinya. Dan janganlah ia mengangkat piringnya hingga menjilatinya atau meminta orang untuk menjilatinya, karena pada makanan terakhir terdapat barakah." (HR. Bukhari no 5465; Muslim no 2031, Abu Dawud, Nasai, Ahmad dan lainnya)

Sebagian dari kita terkadang merasa jijik ketika makan menggunakan jari, melihat tangan belepotan makanan, bahkan tidak sedikit yang menganggap hal itu sebagai jorok. Tapi tahukah kita bahwa makan dengan jari itu disunnahkan oleh Nabi SAW ? Pola pikir seperti di atas tidak bisa seratus persen salah masyarakat, mereka memiliki pola pikir seperti ini dikarenakan lingkungan yang membentuknya terlepas dari baik buruknya suatu pemikiran. Dan perlu kita sadari atau tidak, semua yang disunnahkan Nabi pasti itu baik untuk kita.

Beberapa rahasia di balik disunnahkannya makan memakai tangan

Prof. Dr 'Abdul Busith Muhammad as sayyid, menuturkan bahwa setiap suap yang masuk ke dalam mulut dapat dikunyah dan bercampur dengan air liur dengan baik sehingga kita tidak akan mengalami gangguan pencernaan.

Fakta berikutnya, makan dengan menggunakan tangan ternyata bisa lebih sehat daripada makan dengan sendok. Mengapa bisa demikian ? Hal ini dikarenakan pada tangan kita terdapat sebuah enzim, yakni enzim RNase yang dapat menurunkan aktivitas bakteri-bakteri patogen yang ada pada tangan ketika kita makan. Enzim RNase adalah enzim yang dapat mendepolarisasi RNA (asam nukleat).Sehingga ketika kita menyuap makanan dengan tangan, bakteri yang terdapat pada makanan dapat terikat oleh enzim RNase yang dihasilkan oleh tangan kita. Tapi tentunya dengan catatan, tangan kita sudah dicuci terlbih dulu dengan sabun hingga bersih dan higienis

Enzim RNase terutama dihasilkan ole 3 jari tangan kita ( ibu jari, telunjuk, dan jari tengah). Dengan makan menggunakan 3 jari tersebut seperti yang diajarkan NAbi SAW, bakteri yang terdapat pada makanan yang masuk ke dalam sistem pencernaan akan diikat oleh enzim tersebut. RNA, terutama mRNA merupakan materi genetik yang mengkode suatu protein. Ensim RNase mendepolarisasi RNA mikroorganisme sehingga mikroorganisme dapat terhambat aktivitasnya. Sehingga bukan saja bakteri, tetapi juga virus, terutama virus RNA dimana RNA merupakan pertahanan pertamanya, dapat dihalau untuk berbuat hal-hal yang bisa merugikan tubuh kita..

Dari fakta di atas bisa kita ambil kesimpulan bahwa teori yang mengatakan proses pencernaan dimulai dari mulut itu keliru, akan tetapi yang benara adalah pencernaan dimulai dari tangan, sekarang keputusan berada di tangan kita, memilih makan dengan sendok yang belum tentu steril dari bakteri-bakteri jahat atau dengan tangan yang sudah pasti bermanfaat untuk tubuh, tidak hanya itu tapi juga berpahala karena kita mengikuti sunnah Nabi SAW.